Berita Terkini

Dies Natalis ke-58 FPIK IPB Meningkatkan Percepatan Industri Maritim 4.0 melalui Pemikiran dan Inovasi

Menteri Kelautan dan Perikanan Ir. Sakti Wahyu Trenggono, MM memberikan sambutan dalam memperingati Dies Natalis FPIK IPB ke – 58 secara hybrid dilaksanakan di Auditorim Sumardi Sastrakusumah (18/10).

Dies Natalis FPIK IPB ke -58 kali ini mengangkat tema Percepatan Industri Maritim 4.0 Melalui Pemikiran dan Inovasi. Menteri KKP tersebut mengingatkan inovasi-inovasi yang dibuat harus dibantu dengan media agar tersalurkan.

“Kita bisa dapatkan inovasi apa yang kita berikan kepada mereka(nelayan) supaya ketika menangkapnya hasilnya bagus” Ujarnya.

Turut hadir dalam acara tersebut, Rektor IPB University Arif Satria, Dekan FPIK IPB Dr. Ir Fredinan Yulianda, beserta jajaran dari KKP (Kementrian Kelautan dan Perikanan).

Fredinan Yulianda menyampaikan pengembangan FPIK dalam percepatan industri maritim 4.0 terdapat tiga aspek yaitu pengembangan yang integritas, penguatan berbasis riset dan berbasis kewirausahan, dan meningkatkan tanggung jawab sosial kesejahteraan masyarakat. Arif Satria dalam pidatonya mengutarakan inovasi berbanding lurus dengan GDP suatu negara sehingga industrialisasi perikanan berbasis inovasi IPB dapat terdongkrak dengan baik.

Sakti Wahyu Trenggono mengujarkan pentingnya inovasi demi mengembangkan industri perikanan mengingat bahwa Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki panjang garis pantai 6,4 juta km.

Tantangan bagi inovasi-inovasi FPIK IPB adalah inovasi yang harus bersaing dengan benda yang sama sehingga diharuskan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Sejauh mana yang diharuskan nilai jualnya tinggi, bagaimana cara menyampaikan ke publik sehingga menjadi suatu ruang bisnis yang besar hanya pada satu produk saja” Imbuhnya.

Salah satu inovasi yang penting adalah inovasi pengelolaan yang terkait perikanan IUU (Illegal, Unregulated, dan Unreported). Indonesia tidak memiliki kebijakan yang memadai terkait pengambilan yang teregulasi. Sehingga dikembangkan adanya penangkapan terukur untuk mengatasinya.

“Penangkapan terukur dibagi menjadi 4 zona terdapat Zona Fishing Industry, nelayan lokal, zona spawning dan nursery ground, dan garis pantai” Ditambahnya

Penangkapan terukur merupakan implementasi yang berdasarkan kuota yang dibagi menjadi industri , nelayan lokal dan pelaku penangkapan ikan lainnya, Kuota yang dipergunakan ini menjadi kunci penting dalam meregulasi perikanan secara keseluruhan.

SDGs 14: Life Below Water
(Penulis Muhammad Ihsan Aparirama)

Baca selengkapnya

Agenda Terbaru

Statistik

5

Departemen

144

Tenaga Pendidik

20

Profesor

100

Doctor

2250

Mahasiswa Sarjana

920

Mahasiswa Pasca

Internasional Partner