Info Admisi: Pendaftaran mahasiswa baru.

Blog

FPIK IPB Berperan Aktif dalam Workshop Internasional SCOPE-HE untuk Penguatan Jejaring Pendidikan Tinggi EU–ASEAN

image
Uncategorized

FPIK IPB Berperan Aktif dalam Workshop Internasional SCOPE-HE untuk Penguatan Jejaring Pendidikan Tinggi EU–ASEAN

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University turut berpartisipasi dalam workshop internasional bertajuk Sustainable Connectivity Package – Higher Education (SCOPE-HE) yang digelar di Hotel Mandarin Oriental, Jakarta, pada 14–15 Mei 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari program kolaboratif Uni Eropa (EU) dan ASEAN yang bertujuan memperkuat konektivitas pendidikan tinggi, dan riset lintas kawasan menuju pembangunan berkelanjutan.

Workshop ini diawali dengan agenda Signing Ceremony, yang menandai komitmen bersama antarperguruan tinggi dalam membangun jejaring kolaboratif dan memperkuat kerja sama akademik lintas negara. Dalam sesi penandatanganan ini, IPB University secara resmi diwakili oleh Prof. Dr. Ir. Iskandar Zulkarnaen Siregar, M.For.Sc., selaku Wakil Rektor Bidang Konektivitas Global, Kerja Sama, dan Alumni, yang turut menyampaikan komitmen IPB dalam mendukung kolaborasi EU–ASEAN menuju pembangunan berkelanjutan berbasis ilmu pengetahuan.

FPIK IPB juga mengirimkan tiga perwakilan akademisi, yaitu Prof. Dr. Hefni Effendi, M.Phil., Prof. Dr. Mala Nurilmala, S.Pi., M.Si., dan Firsta Kusuma Yudha, M.Si., yang mengikuti rangkaian diskusi dan sesi kerja bersama dengan perwakilan universitas dari Eropa dan Asia Tenggara. Kehadiran perwakilan FPIK menjadi bagian dari keterlibatan aktif IPB University dalam pengembangan jaringan pendidikan tinggi lintas kawasan, khususnya dalam bidang ekonomi biru (blue economy) yang menjadi fokus utama Klaster 3 SCOPE-HE, dengan IPB University sebagai Cluster Lead.

Pada hari kedua workshop, Prof. Dr. Ir. Hefni Effendi, M.Phil. tampil sebagai panelis dalam dua sesi penting. Pada sesi pertama bertajuk “Bridging the Gap: Elevating Teaching Excellence Through Research-Informed Practices”, beliau memaparkan materi berjudul Advancing Sustainable Development through Dynamics of Curriculum and Learning. Paparan ini menekankan pentingnya integrasi hasil riset ke dalam kurikulum dan proses pembelajaran sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan tinggi dan kontribusinya terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan. Selanjutnya, dalam sesi kedua bertajuk “Implementation of the SCOPE-HE Academic Connectivity Grants: Advancing the 2030 Agenda for Sustainable Development with One Strong EU-ASEAN Network”, Prof. Hefni mempresentasikan inisiatif STABLE Project (Sustainable Blue Economy). Proyek ini merupakan salah satu bentuk kemitraan pendidikan tinggi yang dirancang untuk memperkuat kolaborasi antarnegara dalam membangun ekonomi biru yang berkelanjutan, inklusif, dan berbasis ilmu pengetahuan.

Program SCOPE-HE merupakan kelanjutan dari keberhasilan inisiatif sebelumnya seperti SHARE dan ERASMUS+. Inisiatif ini diimplementasikan oleh Nuffic (Belanda) dan DAAD (Jerman), dengan mengusung tiga agenda prioritas global: transisi hijau, transformasi digital, dan ekonomi biru. Dalam pelaksanaannya, SCOPE-HE menyeleksi tiga klaster institusi pendidikan tinggi lintas Kawasan melalui grant kompetitif, yang masing-masing berfokus pada isu strategis tertentu. IPB University dipercaya sebagai pemimpin klaster 3 yang berfokus pada ekonomi biru, bersama mitra internasional dari Groningen University (Belanda), Leibniz ZMT Bremen (Jerman), Oldenburg University (Jerman), dan Universiti Malaysia Terengganu (Malaysia).

Workshop selama dua hari ini menjadi ruang penting untuk merumuskan arah strategis program dan menyiapkan peta jalan kolaborasi jangka panjang. Tiga topik utama yang dibahas meliputi: (1) peran strategis diplomasi ilmu pengetahuan (science diplomacy) dalam membangun saling pengertian lintas negara dan menghadapi tantangan geopolitik; (2) pentingnya tata kelola keuangan dan administrasi yang transparan dan efisien dalam proyek multilateral; serta (3) integrasi hasil riset ke dalam pembelajaran guna meningkatkan kualitas kurikulum dan mendorong inovasi pendidikan tinggi.

Melalui kegiatan ini, SCOPE-HE diharapkan membentuk komunitas akademik EU–ASEAN yang berkontribusi langsung terhadap Agenda Pembangunan Berkelanjutan 2030, khususnya dalam bidang pendidikan, lingkungan, dan pembangunan ekonomi inklusif. Program ini juga membuka akses lebih luas bagi institusi pendidikan tinggi ASEAN untuk terlibat dalam skema pendanaan Eropa seperti Horizon Europe, serta memperkuat kapasitas institusi dalam tata kelola proyek lintas negara.

Keikutsertaan IPB University, khususnya FPIK, dalam program ini mempertegas peran strategis institusi dalam memimpin kolaborasi riset dan pendidikan di bidang kelautan dan perikanan di tingkat regional maupun global. Hal ini sejalan dengan visi IPB sebagai perguruan tinggi berbasis riset yang mendukung pembangunan berkelanjutan dan konektivitas global.