Berita Terkini

Nasib Perikanan Tangkap Masa Kini Dijelaskan oleh Professor FPIK IPB

fpik.ipb.ac.id--Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University menggelar Estuary Speaks series #6 (17/09)  dengan tajuk “Perikanan Tangkap Masa Kini Di Era 4.0” secara daring (Live on Youtube). Acara  dengan konsep podcast santai ini dihadiri lebih dari 500 peserta. Acara tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc dan dibawakan oleh mahasiswa berprestasi Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Cindy Septiany.

Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc selaku dosen PSP FPIK IPB University mengutarakan potensi di laut adalah anugerah yang luar biasa. Sumberdaya yang berada di laut bersifat renewable resources tapi perlu diperhatikan batas-batasannya. Salah satu sumberdaya yang dimaksud adalah ikan, dimana peran teknologi sangat membantu dalam pemanfaatannya baik pengelolaannya. Dengan teknologi kita bisa lebih memahami ikan dan tidak merusak sumberdayanya.

“Tingkah laku ikan saat dikepung jaring dia akan meloloskan diri, saya mempelejari itu supaya paham teknologi jangan sampai merusak sumberdaya jadi teknologi harus disesuaikan dengan perilaku,” Imbuhnya.

Perikanan tangkap di masa kini yang diharapkan adalah menangkap ikan yang diinginkan saja. Ditekankan oleh Prof. Ari lebih baik menangkap sedikit daripada mengambil semuanya dengan kualitas yang rendah. Apabila ikan yang ditangkap ikan yang berkualitas harganya bisa tinggi.

Anggapan perikanan tangkap tidak sekedar hanya menangkap ikan saja tetapi lebih kompleks. Lingkup yang harus diperhatikan selain menangkap secara mudah, harus menyiapkan perangkat pengoperasiannya, pelaksanaan dalam estimasinya, pendaratan ikan dalam kondisi baik, pemasarannya hingga sampai ke konsumennya.  Perikanan tangkap kini harus melibatkan CPS yang merupakan kepanjangan dari Cyber Physical System.

“Perikanan masa kini di era 4.0 kita melibatkan C P S (Cyber Physical System), Cyber yaitu melibatkan dunia maya, Physical karena ada laut dan ikan, dalam kesatuan sistem dapat memprediksi level kesuburan perairan secara jauh dan dapat memprediksi keberadaan ikan, Peran teknologi memungkinkan hal-hal menjadi nyata” tutur Prof. Ari.

Lebih lanjut, Prof. Ari juga menjelaskan perikanan tangkap era 4.0 sudah diaplikasikan dengan sistem pengawasannya dan menjadi perikanan yang terukur yang berbasis saintifik. Dengan memanfaatkan data satelit dapat diketahui kapal-kapal perikanan yang mencuri sumberdaya ikan di Indonesia. Serta ditambahkan dengan keberadaan 4.0 nelayan-nelayan kecil akan terdorong mengikuti industri 4.0 dan adanya kolaborasi bersama dengan industrinya.

Selain membahas perkembangannya, perikanan tangkap pada era 4.0 juga tidak luput dari kelemahannya yaitu jauh dari sisi humaniora. Diharapkan oleh Prof. Ari adalah harus mengantisipasi dikarenakan membahas era 4.0 lebih difokuskan hanya pada mesin. Diperlukannya ditempa sisi humanioranya agar mengetahui secara tulus setuju atau tidaknya suatu keputusan.

Ditulis oleh: Muhammad Ihsan Aparirama

Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University menggelar Estuary Speaks series #6 (17/09)  dengan tajuk “Perikanan Tangkap Masa Kini Di Era 4.0” secara daring (Live on Youtube). Acara  dengan konsep podcast santai ini dihadiri lebih dari 500 peserta. Acara tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc dan dibawakan oleh mahasiswa berprestasi Departemen Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Cindy Septiany.

Prof. Dr. Ir. Ari Purbayanto, M.Sc selaku dosen PSP FPIK IPB University mengutarakan potensi di laut adalah anugerah yang luar biasa. Sumberdaya yang berada di laut bersifat renewable resources tapi perlu diperhatikan batas-batasannya. Salah satu sumberdaya yang dimaksud adalah ikan, dimana peran teknologi sangat membantu dalam pemanfaatannya baik pengelolaannya. Dengan teknologi kita bisa lebih memahami ikan dan tidak merusak sumberdayanya.

“Tingkah laku ikan saat dikepung jaring dia akan meloloskan diri, saya mempelejari itu supaya paham teknologi jangan sampai merusak sumberdaya jadi teknologi harus disesuaikan dengan perilaku,” Imbuhnya.

Perikanan tangkap di masa kini yang diharapkan adalah menangkap ikan yang diinginkan saja. Ditekankan oleh Prof. Ari lebih baik menangkap sedikit daripada mengambil semuanya dengan kualitas yang rendah. Apabila ikan yang ditangkap ikan yang berkualitas harganya bisa tinggi.

Anggapan perikanan tangkap tidak sekedar hanya menangkap ikan saja tetapi lebih kompleks. Lingkup yang harus diperhatikan selain menangkap secara mudah, harus menyiapkan perangkat pengoperasiannya, pelaksanaan dalam estimasinya, pendaratan ikan dalam kondisi baik, pemasarannya hingga sampai ke konsumennya.  Perikanan tangkap kini harus melibatkan CPS yang merupakan kepanjangan dari Cyber Physical System.

“Perikanan masa kini di era 4.0 kita melibatkan C P S (Cyber Physical System), Cyber yaitu melibatkan dunia maya, Physical karena ada laut dan ikan, dalam kesatuan sistem dapat memprediksi level kesuburan perairan secara jauh dan dapat memprediksi keberadaan ikan, Peran teknologi memungkinkan hal-hal menjadi nyata” tutur Prof. Ari.

Lebih lanjut, Prof. Ari juga menjelaskan perikanan tangkap era 4.0 sudah diaplikasikan dengan sistem pengawasannya dan menjadi perikanan yang terukur yang berbasis saintifik. Dengan memanfaatkan data satelit dapat diketahui kapal-kapal perikanan yang mencuri sumberdaya ikan di Indonesia. Serta ditambahkan dengan keberadaan 4.0 nelayan-nelayan kecil akan terdorong mengikuti industri 4.0 dan adanya kolaborasi bersama dengan industrinya.

Selain membahas perkembangannya, perikanan tangkap pada era 4.0 juga tidak luput dari kelemahannya yaitu jauh dari sisi humaniora. Diharapkan oleh Prof. Ari adalah harus mengantisipasi dikarenakan membahas era 4.0 lebih difokuskan hanya pada mesin. Diperlukannya ditempa sisi humanioranya agar mengetahui secara tulus setuju atau tidaknya suatu keputusan.

Ditulis oleh: Muhammad Ihsan Aparirama

Baca selengkapnya

Agenda Terbaru

Statistik

5

Departemen

144

Tenaga Pendidik

20

Profesor

100

Doctor

2250

Mahasiswa Sarjana

920

Mahasiswa Pasca

Internasional Partner