Info Admisi: Pendaftaran mahasiswa baru.

Blog

Inovasi Guru Besar FPIK IPB: Lukut Bukan Sekadar Umpan, Kini Disulap Menjadi Nori Bernilai Gizi dan Ekonomi

image
Inovasi / Pengabdian Pada Masyarakat

Inovasi Guru Besar FPIK IPB: Lukut Bukan Sekadar Umpan, Kini Disulap Menjadi Nori Bernilai Gizi dan Ekonomi

Cianjur – Program Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) 2025 dengan tema “Peningkatan Kompetensi Wirausaha Guru dan Siswa SMKN PP Cianjur Produk Higienis NutriSpiro: Serat Pangan Alternatif Mikroalga Berfilamen Air Tawar” memberikan pengalaman baru bagi guru dan siswa. Pada kegiatan ini, diperkenalkan pemanfaatan biomassa mikroalga berfilamen (lukut) yang selama ini lebih dikenal masyarakat sebagai umpan memancing, untuk diolah menjadi produk pangan bernilai gizi tinggi.

Melalui proses kultivasi, lukut dikumpulkan, ditata dalam bentuk lembaran, dan dikeringkan hingga menyerupai nori yang biasa dibuat dari rumput laut. Diversifikasi ini menjadi salah satu inovasi pangan berbasis perairan tawar yang diharapkan dapat menjadi sumber nutrisi alternatif sekaligus peluang usaha baru.

Dalam sesi praktik, para guru dan siswa dilibatkan secara langsung untuk membubuhkan rasa pada nori lukut sebagai upaya meningkatkan daya tarik produk. Tiga varian rasa diperkenalkan, yakni rasa asin, kaldu ayam, dan kaldu sapi. Setelah produk selesai disiapkan, para peserta mendapat kesempatan untuk mencicipi setiap varian. Antusiasme terlihat jelas, ditandai dengan keingintahuan tinggi dan tanggapan positif dari seluruh peserta.

Sebagai bagian dari kegiatan ilmiah, peserta kemudian mengisi kuesioner yang disiapkan untuk melakukan uji organoleptik terhadap nori lukut. Melalui uji ini, diharapkan dapat diperoleh data mengenai tingkat kesukaan, cita rasa, dan peluang penerimaan produk di kalangan konsumen.

Tidak hanya itu, siswa juga mendapat penugasan tambahan untuk menuliskan catatan khusus mengenai nori lukut. Tugas ini mencakup ide-ide pengembangan produk, saran peningkatan kualitas, serta gagasan penyajian yang dapat diposisikan sebagai materi kewirausahaan di sekolah. Langkah ini menjadi strategi penting untuk melatih keterampilan berpikir kritis, kreatif, sekaligus menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan siswa. Melalui kegiatan ini, para guru dan siswa tidak hanya mendapatkan wawasan baru mengenai potensi lukut sebagai bahan pangan, tetapi juga pengalaman nyata dalam proses inovasi produk. Harapannya, nori lukut dapat berkembang menjadi salah satu produk unggulan sekolah yang bernilai jual, sekaligus memberikan inspirasi bahwa sumber daya lokal dapat diolah menjadi produk modern dengan prospek pasar yang menjanjikan.